Insole tipe flat foot, is it works?!

Itu dia saya… dengan senyum senang saat melewati KM4 di pagi hari tadi dengan kaki yang lebih ringan..

YES..!

Semalam saya akhirnya membeli insole merk DR Kong di Ace Hardware setelah mendapat rekomendasi dari dokter orthopedi yang saya kunjungi di Siloam MRCCC pagi harinya. Setelah kemarin berkeliling dan mencari di beberapa toko kalau-kalau ada alternatif lain (atau sepatu stability yang lagi diskon..haha), akhirnya saya beli merk DR Kong yang direkomendasikan, dan memang kelihatannya merk ini memang “serius” dalam menyediakan produk sol sepatu yang beragam.

Pagi ini, saya mencoba lari dengan sepatu Saucony Freedom ISO 2 yang sudah saya ganti sol nya dengan insole untuk flat foot. Pertama, itu sepatu jadi lebih tebal, mungkin karena memang insole DR Kong ini lebih tebal, dan waktu dipakai jalan, memang terasa agak tebal pada sisi medial (sisi dalam kaki) jadi kaya ada penopangnya lah. Setelah easy warm up dengan memutar pergelangan kaki plus peregangan kaki dan pinggang, saya pun mulai berlari perlahan.

Yang bisa dipastikan, nyeri awal ya pasti ada. Saya sih menyebutnya nyeri pagi hari karena otot memang relatif lebih dingin karena habis tidur semalaman. Selama menapakkan kaki, saya mencoba untuk tetap relaks. Agak sulit karena pikiran kan kebawa dengan takut nyerinya, tetep saya coba serileks mungkin dan terus berlari dengan pace yang rendah tapi dengan cadence yang cukup tinggi (ngga ngeliat juga sih). Di telapak kaki, saya sedikit banyak merasakan bahwa insole sepatunya cukup menahan kaki saya buat berputar kedalam, plus sol nya kan lebih tebal, jadi cukup nyaman juga sepatu Saucony yang bahkan dasarnya aja udah empuk sol Everunnya.

Dan di menit ke 5an atau mendekati KM 1, saya bisa merasakan kalau kaki kanan saya lebih rileks dan nyerinya relatif berkurang! Amazing.. saya coba tetap rileks, ayunan kaki saya coba senatural mungkin dan menggunakan mid foot dan striking seefisien mungkin. Ya, sol ini banyak membantu mengurangi putaran kaki saya ke arah dalam ternyata, lari 5K pun tuntas dalam waktu 30 menit sekian detik alias bisa dilarikan dengan pace 6-an kan?!

Pastinya, lari pertama ini ngga merepresentasikan kalau kaki saya sudah sembuh atau sol nya memang efektif ya, paling ngga untuk mengkonfirmasi kalau insole baru ini cukup efektif. Besok pagi akan saya coba larikan dengan mileage yang lebih jauh, mumpung CFD kan.

Untuk nyerinya sendiri, saya sejauh ini hanya menempelkan Salonpas Pain Relief Patch aja, sambil nulis post ini pun kaki masih nyeri, which is natural dan expected, namanya udah injury berbulan-bulan kan.

Aaahhh… s-s-sol yang emp-p-puukk…akhi-irnyaa-aa

Di lain sisi, nanti kalau saya pulang ke rumah, saya akan coba bawa sepatu lain buat komparasi, karena kalau ngga salah Saucony Freedom ISO 2 ini selain empuk, dia juga bagian medialnya agak terbuka alias solnya mengecil. Ya memang ini sepatu bukan tipe stability sih, tapi kalau dibandingkan dengan Nike Zoom Fly atau sepatu lainnya koq keliatannya lebih napak ya. Ini akan saya update lagi nanti lah, semoga sih sepatunya ngga salah-salah banget jadi tetep bisa dipake, masih baru beli soalnya..hehe

Beat injury, keep running!

Satu respons untuk “Insole tipe flat foot, is it works?!

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: